Ikaatje-North star-My art works & Event











{June 18, 2008}   KUNOKINI MUSIC PERFORMANCE

HELLO GUYS,

Bentara Budaya Invite you to come to our music programme.
This is second time we present KunoKini, a group of young people perform
a contemporer music mostly percussions from all over places in Indonesia.
So, Please come,..ITS FREE ENTRY.

We Present Only for you:-)

 

June 19, 2008 at 19.00-21.00 WIB

in Bentara Budaya Jakarta
—–
Here’s a little more bout KunoKini

—–

 started way back in 2003, when there
was an offer to go and play for “Folklore Festival” in Germany. Without
any hesitation we as students from University of Paramadina, which later
on decided to take the chance and so we went. Afterwards after we got
back home, what was supposed to be incidental became a habit. Then a
habit became a passion and finally became music with passion.Nowadays,
people play music with the standard of the west culture, using common
band instruments. In the other hand, we like to try something different,
something that people wouldn’t think about, with the roots of the
Indonesian music, we used traditional instruments to foreign traditional
instruments blend it all with the modern instruments and somehow we make
the music out of it. Combining traditional instruments with the music of
today, we create something that even more interesting, so that people can
enjoy, and at the same time feel the aroma of natural ethnic sound that
come out from the Indonesian percussion.Then came the name KunoKini which
we thought represents our music and our philosophy. The name itself
stands solid which literately Kuno means traditional and Kini means now.
With our vision and hope is to bring to surface a one of kind music,
introduce traditional instruments into a music, that traditional
instruments can also be used to make modern music, to remind people what
they have forgot which is ethnical music, to give a performance that
would stun and always be remembered.

 

Ika W Burhan
Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
Jakarta 10270
(021)5483008, ext.7910-13
bbj@bentarabudaya.com
damai@loveable.com
http://www.ikaatje.wordpress.com
http://www.bentarabudaya.com(Under reconstruction)
http://www.ikaatje.multiply.com
http://www.kunokini.com

Advertisements


 

 Bentara Budaya Jakarta

Cordially invite to Our Book Launching and Exhibition:

 

THE JOURNEY OF INDONESIAN PAINTING

THE BENTARA BUDAYA COLLECTION

&

Exhibition of Bentara Budaya Collection

 

June, 12-2008,at.19.30 WIB

In Bentara Budaya Jakarta

Jl.Palmerah Selatan 17

Jakarta 10270

 

This book is the  english version from the first one: “Perjalanan Seni Lukis Indonesia”,2004. This edition is revited in the new process, lay out,design, translation and the most important is that we also add some new paintings from Bentara Budaya Yogyakarta’s collection arround 30 paintings. They are Dadang Christanto’s,Entang Wiharso’s, Hayattudin’s,Saftari’s, Awiki’s  and others.‘These paintings will be exhibited along the book launching.

Jubing Kristianto will perform as well with his classic guitar 🙂

 

The exhibition will be held till June 21 2008, at 10-18.00 WIB

 

So,…It will be honor for us if you able to come.

 

Ika W Burhan

Bentara Budaya Jakarta

Jl.Palmerah Selatan 17

Jakarta 10270

(021)5483008,ext.7910-13

(021)53699181-fax

www.kompas.com

www.bentarabudaya.com

www.ikaatje.multiply.com

www.ikaatje.wordpress.com

bbj@bentarabudaya.com

kaatje@bentarabudaya.com

damai@loveable.com 

 



Ikaatje-North star-My art works & Event



{May 9, 2008}  

Temans,

Dengan gembira Kami undang Anda untuk datang ke opening Pameran Seni
Grafis, bertajuk:

GRAFIS HARI INI

Pembukaan: 14 Mei 2008, pukul 19.30 WIB

dibuka untuk umum:15-23 Mei 2008, pukul 10.00-18.00 WIB

Di Bentara BUdaya Jakarta-Depan Gedung Kompas Gramedia

Jl,Palmerah Selatan 17

Jakarta 10270

Sudah dua kali Bentara Budaya menyelenggarakan kompetisi seni grafis
berjuluk Trienal Seni Grafis Indonesia (2003 dan 2006). Pameran seni
grafis yang dirancang oleh Bentara Budaya Jakarta kali ini bisa dinilai
sebagai upaya terus-menerus menjaga stamina perkembangan seni grafis di
Indonesia. Selain merefleksikan komitmen Bentara Budaya, pameran akan
berisikan karya-karya seni grafis dari seniman terpilih yaitu para
pemenang trienal 2003 dan 2006, diimbuhi mengundang para pegrafis yang
dipandang memiliki konsistensi dan komitmen tinggi di dunia pegrafisan.
Para seniman yang ikut berpartisipasi adalah Agus Prasetyo, Agus
Yulianto, Sri Maryanto, Arief Eko Saputro, AC Andre Tanama, Syahrizal
Pahlevi, Tisna Sanjaya, Agung Kurniawan, Setiawan Sabana dan Haryadi
Suadi.

Pameran ini sekurangnya akan merepresentasikan sejumlah fenomena
kebudayaan popular dimana citraan baik ikon, metafora, simbol-simbol
direproduksi untuk memenuhi kepentingan-kepentingan ekonomis, politik
maupun ideologi. Selain itu, pameran ini dibayangkan akan sanggup
merefleksikan potensi-potensi seni grafis (sebagai salah satu teknik
reproduksi citraan yang tua) di tengah budaya kontemporer kita. Pameran
ini dikuratori oleh Aminudin TH. Siregar, dosen seni rupa dan kurator.

Jangan lupa juga, untuk tetap hadir di acara pemutaran film kami setiap
bulannya,..kali Bentara Budaya Jakarta akan memutra film Hal
Ashby.Berikut agendanya:

BBJ Putar Film-film Hal Ashby

Bulan Mei 2008 ini Bentara Budaya Jakarta (BBJ) memutar secara
retrospektif enam film karya sutradara Hal Ashby. Meskipun namanya tidak
seterkenal para sutradara Amerika papan atas lain, Ashby tetap seorang
sutradara yang berhasil menyutradarai film-film berkualitas tinggi.

Dilahirkan dengan nama William Hal Ashby di Utah pada 2 September 1929,
ia memulai kariernya di perfilman sebagai asisten editor sejak 1953 dan
baru menjadi editor penuh sepuluh tahun kemudian. Tahun 1967 ia meraih
Oscar untuk editing terbaik film In the Heat of the Night. Setelah
debutnya sebagai sutradara tahun 1970, film keduanya Harold and Maude
(1971) sukses. Film ini mengisahkan percintaan seorang remaja pria dengan
seorang perempuan tua.

Kiprah Ashby selanjutnya amat fenomenal dengan film-film seperti The Last
Detail (1973) yang dibintangi Jack Nicholson, Shampoo (1975) yang
dibintangi Warren Beatty dan Goldie Hawn, Bound for Glory (1976) yang
dibintangi David Carradine dan mengisahkan kehidupan musikus legendaris
Woody Guthrie pada masa Depresi Besar dekade 1930an, Coming Home (1978)
yang dibintangi Jane Fonda dan Jon Voight, serta Being There (1979) yang
dibintangi Peter Sellers dan Shieley MacLaine.

Ashby meninggal karena kanker tahun 1978.

Senin , 26 M ei 2008

Jam 17.00 Harold and Maude

Jam 19.30 The Last Detail

Selasa, 27 Mei 2008

Jam 17.00 Shampoo

Jam 19.30 Bound for Glory

Rabu, 28 Mei 2008

Jam 17.00 Coming Home

Jam 19.30 Being There

Jangan lupa: Free Entry!!! So, kami tunggu kedatangan Anda semua ya!

Salam,

Ika W Burhan

Bentara BUdaya Jakarta

Jl.Palmerah Selatan 17

Jakarta 10270

(021)5483008,ext.7910-13

(021)53699181

bbj@bentarabudaya.com

kaatje@bentarabudaya.com

http://www.ikaatje.multiply.com

http://www.ikaatje.wordpress.com



Ini beberapa karya yang akan dipamerkan di Pameran AHIMSA .

Pameran Seni Rupa

AHIMSA

25 April-4 Mei 2008, pukul 10.00-1800 WIB

Pembukaan: 24 April 2008, pukul 19.30 WIB
di: Bentara Budaya Jakarta
Jl.Plamerah Selatan 17
Jakarta 10270
 

Teror dan ketakutan adalah salah satu ancaman mutakhir terhadap kenyamanan dalam peradaban modern ini.  Konflik sosial dalam skala lokal maupun global mencerminkan ketegangan dan kekerasan yang mulai mengganggu kenyamanan dalam toleransi dan persaudaraan antar umat manusia.  Kekerasan berdarah tak sedikit memicu inspirasi bagi para pelukis dari berbagai zaman. Dari pelukis Fransisco da Goya, Eugene Delacroix, Rembrandt van Rijn, sampai Pablo Picasso yang melukiskan pengeboman kota Guernica.

Ahimsa adalah konsep bersikap mandiri, menolak diperbudak, melawan segala bentuk eksploitasi dan penindasan, dilakukan tanpa kekerasan, menjadi tema pameran kali ini. Para perupa merespon tema Ahimsa, menuangkan secara visual, imajinasi maupun fantasi mereka. Ditampilkan karya-karya AA Darmayuda, AS Kurnia, Made Bakti Wiyasa, Made Mahendra Mangku, Made Sumadiyasa, Nyoman Sujana “Kenyem”, Polenk Rediasa dan Wayan Kun Adnyana. Dikuratori oleh Putu Wirata Dwikora.

 Datang ya, ke pembukaanya ataupun ke pamerannya.Kutunggu

Salam,
Ika W Burhan
Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
Jakarta 10270
(021)5483008, ext.7910-13
(021)53699181-fax
www.bentarabudaya.com

ps.Buat Teman2 yga ng ingin mendapat undangan rutin setiap bulannya ke acara kami, kirim alamat kalian ke aku or PM.Salam damai.ika



{February 23, 2008}   One fine Nite

After a hectic day.I went to gym,put music on Hp, using thread mill 25 minutes, then swim for 30 minutes.Nobody in the swimming pool.Great.I laid on the water and saw some stars in dark sky.Sometimes the lite of theHelicopter passed by.It was so peacful.Drawn my self in the whirlpool,..and again, after that laid down alone in the quite hot sauna.Only me and the silent.It was so peaceful, after one hectic crowded day. I want some more.



{February 21, 2008}  

Hai, Buat yang blom sempat datang ke kantorku dan melihat Dunia Karl May, masih ada waktu loh:

Hari sabtu :13.00-13.05 : Opening
13.05-13.50:Penayangan Doku Drama tentang Karl May:Si Penghayal dari Saksen

13.50-15.30:Diskusi bersama Seno Gumira Ajidarma (konteks Novel Karl May dalam Kondisi Indonesia masa Kini) dan Daniel Dhakidae(Humanisme dan Pluralisme Karl May)

15.30-17.00:Penayangan film Kara Ben Nemsi (Petualangan Karl May di Timur)

Kami tunggu.
Acara ini kerjasama dengan PKMI(Paguyuban Karl May Indonesia).CU there!!!
ika B 

Dunia Karl May- Minggu 

10.00-10.05: Opening
10.05 – 11.50 :penayangan film kartun:Winnetoon
13.00 – 15.00:Penayangan film dokumenter 500 nations, host & producer Kevin Costner, tentang perjuangan Indian yang tertindas
15.00-16.30:penayangan film parodi SEPATU MANITU(Winnetou Kembar)

Acara ini bekerjasama dengan PKMI(Paguyuban Karl May Indonesia).
Salam,
Ika W Burhan

Bentara Budaya Jakarta

Jl.Palmerah Selatan 17

jakarta 10270

(021)5483008,ext.7910-13

www.ikaatje.multiply.com

www.bentarabudaya.com

damai@loveable.com



term4.jpgkary3.jpgBENTARA BUDAYA JAKARTA dengan hormat mengundang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari,
untuk menghadiri acara pembukaan pameran tunggal

NIA GAUTAMA :

Pembukaan: 5 Maret 2008, pukul 19.30 wib
Pameran berlangsung : 6-16 Maret 2008, 10.00-18.00 wib
Tempat : Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta

Pameran akan dibuka oleh : Marco Kusumawijaya(Ketua Pengurus Harian-Dewan
Kesenian Jakarta)
Kurator : Rifky Effendy

WONDROUSHELTER merupakan pameran instalasi yang terinspirasi dari rumah
rayap. Menggunakan bahan dasar tanah liat mentah yang dibiarkan tanpa
melalui proses pembakaran.

KURATORIAL

WONDROUSHELTER: Pertimbangan Suara Alam Rifky Effendy

Dalam peradaban, manusia selalu mengikuti bahasa alam. Kita bisa telusuri
dalam peradaban yang mutakhir sekarang pun, ada banyak ciptaan manusia
meniru apa yang ada di alam. Contohnya pesawat yang mempunyai mekanisme
aerodinamisnya mengikuti model burung. Bahkan beribu tahun sebelumnya,
dalam mitos jaman Yunani, keinginan manusia untuk bisa terbang seperti
burung, digambarkan melalui tokoh Ikarus yang membuat sayap seperti
seekor burung di punggungnya dan meloncat dari sebuah menara, dan
akhirnya gagal. Baru ketika era pengetahuan modern , Wright bersaudara
tahun 1902 berhasil membuat pesawat pertamanya , impian manusia untuk
menggapai dan menembus langit tercapai.
Begitupun ambisi manusia membangun menara yang mencapai langit, menembus
awan. Dongeng menara Babel di jaman Babylon misalnya, merupakan suatu
mitos yang sering disebut di kitab-kitab suci dan ahli sejarah sebagai
suatu contoh keangkuhan sang Raja Nimrod. Bersama pengikutnya mereka
membangun menara tersebut untuk menjadikan jalan ke Surga, dikota
kerajaan itu ; sebagai pusat peradaban, dimana semua orang dari belahan
timur datang ke tanah Shinar. Mereka mempunyai dan menggunakan satu
bahasa. Hingga akhirnya mereka dikutuk oleh sang maha kuasa. Dengan
membuat mereka saling tak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan. Menara
Babel menjadi suatu metafor tentang tragedi manusia dalam suatu
peradaban, sekaligus sebagai suatu peristiwa arsitektural yang selalu
diingatkan, dibalut dengan mitos dan ayat-ayat suci:

1 And the whole earth was of one language, and of one speech. 2 And it
came to pass, as they journeyed from the east, that they found a plain in
the land of Shinar; and they dwelt there. 3 And they said one to another,
Come, let us make brick, and burn them thoroughly. And they had brick for
stone, and slime had they for mortar. 4 And they said, Come, let us build
us a city and a tower, whose top may reach unto heaven; and let us make
us a name, lest we be scattered abroad upon the face of the whole earth.
5 And the Lord came down to see the city and the tower, which the
children built. 6 And the Lord said, “If as one people speaking the same
language they have begun to do this, then nothing they plan to do will be
impossible for them.” 7 Come, let us go down, and there confound their
language, that they may not understand one another’s speech. 8 So the
Lord scattered them abroad from thence upon the face of all the earth:
and they left off to build the city.

(Genesis 11:1-8)

Tapi dijaman sekarang ini tiap kota didunia berambisi mendirikan
gedung-gedung pencakar langit, bahkan sebuah pemandangan yang lumrah.
Mulai New York, Tokyo, Shianghai, Jakarta hingga Kuala Lumpur. Menara
atau gedung-gedung pencakar langit sebagai perkantoran dan perumahan saat
ini bisa jadi di mata Nia Gautama, hanya menjadi upaya manusia meniru apa
yang telah dibuat sang alam. Bahkan dibuat oleh binatang mikro yang
dianggap remeh. Rayap atau Semut di beberapa daerah dipelosok dunia
mempunyai kerja ajaib. Terutama di daerah padang rumput yang kering
(savannah) dan banyak pepohonan yang tumbang. Mereka mendirikan rumahnya
; berkoloni, bergotong – royong, sedikit demi sedikit selama
berbulan-bulan bahkan menahun, yang dipimpin oleh se-ekor ratu. Hingga
hasilnya begitu mencengangkan. Rumah – rumah rayap atau disebut Mounds
terjadi ketika sangkar tumbuh melewati batas permukaan yang tersembunyi.
Rumah itu bisa menjulang hingga berukuran ekstrim ; sekitar 9 meter.
Biasanya
disuatu area luas mereka berkumpul Dengan bentuk amorfis dan skulptural.
Maka tak aneh ketika fenomena arsitektural alam itu menjadi acuan atau
inspirasi manusia untuk membangun tempat tinggalnya yang lebih beradab.
Cara kerja rayap atau binatang lain yang diaplikasikan ke dalam kehidupan
manusia biasanya disebut para ahli biologi dengan Biomimicri. Seiring
dengan seruan para ahli internasional bahwa bumi kita semakin rusak, dan
kita haruslah kembali mendekatkan pada alam. Himbauan ini pun disambut
banyak kalangan, baik untuk tujuan politis maupun industrial.
Dalam tradisi seni, terutama di barat, meniru alam atau mimesis, sudah
berlangsung lama. Obsesi manusia untuk mencapai kemiripan sempurna dengan
realita alam juga mempengaruhi perkembangan teknologi dan teknik melukis.
Mulai dari para pelukis ternama seperti Leonardo Da Vinci , Jan Vermeer,
Rembrant ,hingga Basuki Abdullah. Penemuan fotografi pun menjadi
pencapaian paling paripurna dalam sejarah seni rupa dunia. Tapi kemudian
, kebutuhan seni bukan lagi untuk memenuhi obsesi tersebut, seni kemudian
menjadi suatu bahasa untuk menyampaikan suatu gagasan seseorang dalam
memahami dunia. Menjadi simbolik, metafisik dan spiritual.
Karya-karya tiga dimensional keramikus Nia Gautama kali ini agak berbeda
dan tentunya mengejutkan. Dengan menggunakan bahan mentah tanah liat , ia
membangun suatu susunan instalasi yang menggunakan idiom rumah rayap;
bentuk silinder – lonjong mengerucut, setinggi 150 cm hingga sekitar 2
meteran. Semuanya berjumlah 28 buah silinder kerucut. Ditiap bendanya
itu,ia membuat beragam olahan dekorasi seperti wujud rumah atau gedung
yang organis, seperti juga rumah rayap. Ia melubangi, menoreh badan tanah
liat selagi belum mengeras. Memotong – motongnya dan membaginya dalam
beberapa bagian untuk mempermudah kerja dan cara pengangkutan. Tanpa
membakarnya, membiarkan tubuhnya dari tanah lempung merah yang dicampur
bermacam material, mengeras namun rapuh mengikuti watak alam.
Instalasinya menjadi wujud arsitektural sebuah kumpulan gedung tinggi
layaknya dalam keseharian sebuah kota. Imajinasinya yang cenderung
bergaya naif tentang sebuah bangunan merupakan metafor tentang tempat
tinggal kumpulan manusia dan lingkungannya. Jakarta, dimana ia tinggal
dan bekerja menjadi kosmopolit yang besar yang padat. Semua orang
berdatangan dari segala penjuru nusantara untuk mencari kehidupan baru.
Membangun gedung-gedung tinggi untuk perkantoran, maupun untuk mereka
tinggal. Namun perkembangan kota ini kemudian dirasakan semakin rentan.
Banjir yang tiap tahun terus dihadapi, gempa yang terus membayangi. Belum
lagi perilaku masyarakat kota yang membuat banyak kerusakan alam atau
sosial.
Kekaryaan Nia Gautama memperlihatkan suatu perkembangan terakhir praktik
seni rupa kontemporer. Dimana sejak awal 90-an, banyak perupa muda mulai
menciptakan karya – karya non lukis dan patung. Juga dengan pelebaran
ruangnya, karya-karya yang tak bisa diterima oleh ruang galeri komersial
mulai mendapat tempat di ruang –ruang alternatif. Begitupun dengan
penjelajahan material. Banyak perupa mencoba materi lain seperti keramik,
multimedia maupun medium yang tak lazim. Hal ini kemudian mendorong
banyak seniman dengan latar belakang pendidikan seni rupa keramik untuk
membuat karya-karya non konvensional. Bahkan seperti perupa Andarmanik
sempat membuat perdebatan di kalangan pengajar FSRD-ITB dengan membuat
karya tanah liat yang tak dibakar. Kemudian karya-karya keramik
konseptual pun bermunculan, katakanlah seperti kekaryaan almarhum
Hendrawan yang banyak menampilkan susunan bentuk tiga dimensional dari
bata merah. Mereka menuangkan gagasan lewat elemen-elemen pembuatan
keramik untuk tujuan yang berbeda. Namun keduanya menunjukan bahwa secara
konsepsi tanah liat atau benda-benda tembikar bisa dieksplorasi untuk
seni.
Oleh karena itu Nia sebagai seorang keramikus mulai melihat elemen tanah
liat secara lebih jauh ke dalam konsepsi berkarya. Serta untuk bisa
mengajak kita bermain dengan imajinasinya. Bukan memperlakukannya sebagai
produk budaya tradisi keramik. Tapi lebih jauh menjadikan tanah liat
sebagai materi alam yang berfungsi untuk memenuhi konsepsinya. Sekaligus
untuk menunjukan potensi material untuk kebutuhan simbolik hidup isi alam
ini. Seperti juga bagaimana tanah liat berguna untuk komuni rayap dan
semut, atau kita bisa saksikan dalam kehidupan berbagai kebudayaan di
dunia. ***(Rifky Effendi)

Selain ada pameran, akan diadakan pula workshop keramik, tanggal:7-8
Maret 2008, sebanyak dua sesi/perhari.

Mulai pk.10.00-12.00/14.00-16.00. Bisa langsung mendaftar di bentara
budaya jakarta.

Kami tunggu kehadiran Anda:

Salam,

Ika W Burhan

Bentara Budaya Jakarta

Jl.Palmerah Selatan 17

Jakarta 10270

(021)5483008, ext.7910-13

http://www.bentarabudaya.com

bbj@bentarabudaya.com

bisa juga di cek di:

http://www.ikaatje.wordpress.com

http://www.ikaatje.multiply.com

http://www.niagautama.multiply.com



und-bence.jpg

Temans, 

Mo Ketemu sama dua cowo ‘pencipta’ tokoh karakter kartun Benny – Mice? Itu tuh yang suka nemenin kamu di Kompas Minggu atawa di buku Lagak Jakarta.Kali ini mereka gebrak ‘mereka sendiri’ lewat kemunculan buku barunya berjudul:Benny Mice Menggambar 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta. Terbit 11 februari 2008. Bersama Penerbit buku:Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Acaranya launcing buku plus pameran poster kartun2 karya mereka dan tentunya buku2 KPG.

Bukan cuma Benny & Mice yang mo nongol di acara itu, tapi juga bung WIMAR WITOELAR N DIAN SASTROWARDOYO juga bakal buka launching buku itu.See,..seru kan?! Old & young Generation. Oh ya, Mas Jubing Kristianto(gitaris klasik)bakal memeriahkan acara juga,..pasti lagu2 anyar yang baru dirilis ikut dimainkan dong!”The Becak Fantasy”

Jadi, kapan lagi kamu dapat tanda tangan orang super ngocol bernama Benny -Mice itu?Plus dengerin petikan gitar  mas jubing and ketemu oom Wimar dan Dian sastro? Buruan datang deh. Bukunya beli ya,..dapat diskon lumayan pokoknya di acara itu,…plus..Pin2 gambar karakter lucu, norak,bikin ngakak yg dibikin kedua pasangan kartunis kompak itu!

Launchingnya Pk.15.00, kamis, 28 februari 2008.Pameran keesokan harinya mulai pukul 10.00-18.00 wib

So, kutunggu ya
Ika W Burhan.
Info lebih lanjut,..hubungi: KPG:021-5309170: Endang, Undix, Bertha



{February 12, 2008}   KARL MAY Di Bentara Budaya Jakarta

Dunia Karl May: pameran & diskusi 20-24 Februari 2008

Pukul 10.000-18.00 WIB

 

Menampilkan pameran,  foto, dan berbagai pernik yang datang dari “Dunia Karl May”, dari tokoh-tokoh rekaannya, maupun dari kultur yang menjadi lanskap dari berbagai buku ceritanya.

  

Sabtu, 23 Februari 2008, pukul 13.00 WIB

Diskusi bersama Daniel Dhakidae dan Seno Gumira Ajidarma, diawali pemutaran film

doku drama “Si Pengkhayal dari Saksen”, diteruskan dengan pemutaran film tv “Kara Ben Nemsi”.

 

Minggu, 24 Februari, pukul 10.00 WIB

Pemutaran film kartun “Winnetoon” untuk anak-anak

Pemutaran film parodi “Sapatu Manitou” pukul 12.30

dan documenter “500 Nations” episode 7

Acara ini bekerjasama dengan Paguyuban Karl May Indonesia

    Ika W BurhanBentara Budaya JakartaJl.Palmerah Selatan 17Jakarta 10270(021)5483008, ext.7910-13(021)53699181-faxwww.bentarabudaya.combbj@bentarabudaya.comkaatje@bentarabudaya.comwww.ikaatje.multiply.comdamai@loveable.com 



et cetera