After a hectic day.I went to gym,put music on Hp, using thread mill 25 minutes, then swim for 30 minutes.Nobody in the swimming pool.Great.I laid on the water and saw some stars in dark sky.Sometimes the lite of theHelicopter passed by.It was so peacful.Drawn my self in the whirlpool,..and again, after that laid down alone in the quite hot sauna.Only me and the silent.It was so peaceful, after one hectic crowded day. I want some more.
Hai, Buat yang blom sempat datang ke kantorku dan melihat Dunia Karl May, masih ada waktu loh:
Hari sabtu :13.00-13.05 : Opening
13.05-13.50:Penayangan Doku Drama tentang Karl May:Si Penghayal dari Saksen
13.50-15.30:Diskusi bersama Seno Gumira Ajidarma (konteks Novel Karl May dalam Kondisi Indonesia masa Kini) dan Daniel Dhakidae(Humanisme dan Pluralisme Karl May)
15.30-17.00:Penayangan film Kara Ben Nemsi (Petualangan Karl May di Timur)
Kami tunggu.
Acara ini kerjasama dengan PKMI(Paguyuban Karl May Indonesia).CU there!!!
ika B
Dunia Karl May- Minggu
10.00-10.05: Opening
10.05 – 11.50 :penayangan film kartun:Winnetoon
13.00 – 15.00:Penayangan film dokumenter 500 nations, host & producer Kevin Costner, tentang perjuangan Indian yang tertindas
15.00-16.30:penayangan film parodi SEPATU MANITU(Winnetou Kembar)
Acara ini bekerjasama dengan PKMI(Paguyuban Karl May Indonesia).
Salam,
Ika W Burhan
Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
jakarta 10270
(021)5483008,ext.7910-13
damai@loveable.com
![]()
BENTARA BUDAYA JAKARTA dengan hormat mengundang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari,
untuk menghadiri acara pembukaan pameran tunggal
NIA GAUTAMA :
Pembukaan: 5 Maret 2008, pukul 19.30 wib
Pameran berlangsung : 6-16 Maret 2008, 10.00-18.00 wib
Tempat : Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta
Pameran akan dibuka oleh : Marco Kusumawijaya(Ketua Pengurus Harian-Dewan
Kesenian Jakarta)
Kurator : Rifky Effendy
WONDROUSHELTER merupakan pameran instalasi yang terinspirasi dari rumah
rayap. Menggunakan bahan dasar tanah liat mentah yang dibiarkan tanpa
melalui proses pembakaran.
KURATORIAL
WONDROUSHELTER: Pertimbangan Suara Alam Rifky Effendy
Dalam peradaban, manusia selalu mengikuti bahasa alam. Kita bisa telusuri
dalam peradaban yang mutakhir sekarang pun, ada banyak ciptaan manusia
meniru apa yang ada di alam. Contohnya pesawat yang mempunyai mekanisme
aerodinamisnya mengikuti model burung. Bahkan beribu tahun sebelumnya,
dalam mitos jaman Yunani, keinginan manusia untuk bisa terbang seperti
burung, digambarkan melalui tokoh Ikarus yang membuat sayap seperti
seekor burung di punggungnya dan meloncat dari sebuah menara, dan
akhirnya gagal. Baru ketika era pengetahuan modern , Wright bersaudara
tahun 1902 berhasil membuat pesawat pertamanya , impian manusia untuk
menggapai dan menembus langit tercapai.
Begitupun ambisi manusia membangun menara yang mencapai langit, menembus
awan. Dongeng menara Babel di jaman Babylon misalnya, merupakan suatu
mitos yang sering disebut di kitab-kitab suci dan ahli sejarah sebagai
suatu contoh keangkuhan sang Raja Nimrod. Bersama pengikutnya mereka
membangun menara tersebut untuk menjadikan jalan ke Surga, dikota
kerajaan itu ; sebagai pusat peradaban, dimana semua orang dari belahan
timur datang ke tanah Shinar. Mereka mempunyai dan menggunakan satu
bahasa. Hingga akhirnya mereka dikutuk oleh sang maha kuasa. Dengan
membuat mereka saling tak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan. Menara
Babel menjadi suatu metafor tentang tragedi manusia dalam suatu
peradaban, sekaligus sebagai suatu peristiwa arsitektural yang selalu
diingatkan, dibalut dengan mitos dan ayat-ayat suci:
1 And the whole earth was of one language, and of one speech. 2 And it
came to pass, as they journeyed from the east, that they found a plain in
the land of Shinar; and they dwelt there. 3 And they said one to another,
Come, let us make brick, and burn them thoroughly. And they had brick for
stone, and slime had they for mortar. 4 And they said, Come, let us build
us a city and a tower, whose top may reach unto heaven; and let us make
us a name, lest we be scattered abroad upon the face of the whole earth.
5 And the Lord came down to see the city and the tower, which the
children built. 6 And the Lord said, “If as one people speaking the same
language they have begun to do this, then nothing they plan to do will be
impossible for them.” 7 Come, let us go down, and there confound their
language, that they may not understand one another’s speech. 8 So the
Lord scattered them abroad from thence upon the face of all the earth:
and they left off to build the city.
(Genesis 11:1-8)
Tapi dijaman sekarang ini tiap kota didunia berambisi mendirikan
gedung-gedung pencakar langit, bahkan sebuah pemandangan yang lumrah.
Mulai New York, Tokyo, Shianghai, Jakarta hingga Kuala Lumpur. Menara
atau gedung-gedung pencakar langit sebagai perkantoran dan perumahan saat
ini bisa jadi di mata Nia Gautama, hanya menjadi upaya manusia meniru apa
yang telah dibuat sang alam. Bahkan dibuat oleh binatang mikro yang
dianggap remeh. Rayap atau Semut di beberapa daerah dipelosok dunia
mempunyai kerja ajaib. Terutama di daerah padang rumput yang kering
(savannah) dan banyak pepohonan yang tumbang. Mereka mendirikan rumahnya
; berkoloni, bergotong – royong, sedikit demi sedikit selama
berbulan-bulan bahkan menahun, yang dipimpin oleh se-ekor ratu. Hingga
hasilnya begitu mencengangkan. Rumah – rumah rayap atau disebut Mounds
terjadi ketika sangkar tumbuh melewati batas permukaan yang tersembunyi.
Rumah itu bisa menjulang hingga berukuran ekstrim ; sekitar 9 meter.
Biasanya
disuatu area luas mereka berkumpul Dengan bentuk amorfis dan skulptural.
Maka tak aneh ketika fenomena arsitektural alam itu menjadi acuan atau
inspirasi manusia untuk membangun tempat tinggalnya yang lebih beradab.
Cara kerja rayap atau binatang lain yang diaplikasikan ke dalam kehidupan
manusia biasanya disebut para ahli biologi dengan Biomimicri. Seiring
dengan seruan para ahli internasional bahwa bumi kita semakin rusak, dan
kita haruslah kembali mendekatkan pada alam. Himbauan ini pun disambut
banyak kalangan, baik untuk tujuan politis maupun industrial.
Dalam tradisi seni, terutama di barat, meniru alam atau mimesis, sudah
berlangsung lama. Obsesi manusia untuk mencapai kemiripan sempurna dengan
realita alam juga mempengaruhi perkembangan teknologi dan teknik melukis.
Mulai dari para pelukis ternama seperti Leonardo Da Vinci , Jan Vermeer,
Rembrant ,hingga Basuki Abdullah. Penemuan fotografi pun menjadi
pencapaian paling paripurna dalam sejarah seni rupa dunia. Tapi kemudian
, kebutuhan seni bukan lagi untuk memenuhi obsesi tersebut, seni kemudian
menjadi suatu bahasa untuk menyampaikan suatu gagasan seseorang dalam
memahami dunia. Menjadi simbolik, metafisik dan spiritual.
Karya-karya tiga dimensional keramikus Nia Gautama kali ini agak berbeda
dan tentunya mengejutkan. Dengan menggunakan bahan mentah tanah liat , ia
membangun suatu susunan instalasi yang menggunakan idiom rumah rayap;
bentuk silinder – lonjong mengerucut, setinggi 150 cm hingga sekitar 2
meteran. Semuanya berjumlah 28 buah silinder kerucut. Ditiap bendanya
itu,ia membuat beragam olahan dekorasi seperti wujud rumah atau gedung
yang organis, seperti juga rumah rayap. Ia melubangi, menoreh badan tanah
liat selagi belum mengeras. Memotong – motongnya dan membaginya dalam
beberapa bagian untuk mempermudah kerja dan cara pengangkutan. Tanpa
membakarnya, membiarkan tubuhnya dari tanah lempung merah yang dicampur
bermacam material, mengeras namun rapuh mengikuti watak alam.
Instalasinya menjadi wujud arsitektural sebuah kumpulan gedung tinggi
layaknya dalam keseharian sebuah kota. Imajinasinya yang cenderung
bergaya naif tentang sebuah bangunan merupakan metafor tentang tempat
tinggal kumpulan manusia dan lingkungannya. Jakarta, dimana ia tinggal
dan bekerja menjadi kosmopolit yang besar yang padat. Semua orang
berdatangan dari segala penjuru nusantara untuk mencari kehidupan baru.
Membangun gedung-gedung tinggi untuk perkantoran, maupun untuk mereka
tinggal. Namun perkembangan kota ini kemudian dirasakan semakin rentan.
Banjir yang tiap tahun terus dihadapi, gempa yang terus membayangi. Belum
lagi perilaku masyarakat kota yang membuat banyak kerusakan alam atau
sosial.
Kekaryaan Nia Gautama memperlihatkan suatu perkembangan terakhir praktik
seni rupa kontemporer. Dimana sejak awal 90-an, banyak perupa muda mulai
menciptakan karya – karya non lukis dan patung. Juga dengan pelebaran
ruangnya, karya-karya yang tak bisa diterima oleh ruang galeri komersial
mulai mendapat tempat di ruang –ruang alternatif. Begitupun dengan
penjelajahan material. Banyak perupa mencoba materi lain seperti keramik,
multimedia maupun medium yang tak lazim. Hal ini kemudian mendorong
banyak seniman dengan latar belakang pendidikan seni rupa keramik untuk
membuat karya-karya non konvensional. Bahkan seperti perupa Andarmanik
sempat membuat perdebatan di kalangan pengajar FSRD-ITB dengan membuat
karya tanah liat yang tak dibakar. Kemudian karya-karya keramik
konseptual pun bermunculan, katakanlah seperti kekaryaan almarhum
Hendrawan yang banyak menampilkan susunan bentuk tiga dimensional dari
bata merah. Mereka menuangkan gagasan lewat elemen-elemen pembuatan
keramik untuk tujuan yang berbeda. Namun keduanya menunjukan bahwa secara
konsepsi tanah liat atau benda-benda tembikar bisa dieksplorasi untuk
seni.
Oleh karena itu Nia sebagai seorang keramikus mulai melihat elemen tanah
liat secara lebih jauh ke dalam konsepsi berkarya. Serta untuk bisa
mengajak kita bermain dengan imajinasinya. Bukan memperlakukannya sebagai
produk budaya tradisi keramik. Tapi lebih jauh menjadikan tanah liat
sebagai materi alam yang berfungsi untuk memenuhi konsepsinya. Sekaligus
untuk menunjukan potensi material untuk kebutuhan simbolik hidup isi alam
ini. Seperti juga bagaimana tanah liat berguna untuk komuni rayap dan
semut, atau kita bisa saksikan dalam kehidupan berbagai kebudayaan di
dunia. ***(Rifky Effendi)
Selain ada pameran, akan diadakan pula workshop keramik, tanggal:7-8
Maret 2008, sebanyak dua sesi/perhari.
Mulai pk.10.00-12.00/14.00-16.00. Bisa langsung mendaftar di bentara
budaya jakarta.
Kami tunggu kehadiran Anda:
Salam,
Ika W Burhan
Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
Jakarta 10270
(021)5483008, ext.7910-13
www.bentarabudaya.com
bisa juga di cek di:
www.ikaatje.wordpress.com
www.ikaatje.multiply.com
www.niagautama.multiply.com
Temans,
Mo Ketemu sama dua cowo ‘pencipta’ tokoh karakter kartun Benny – Mice? Itu tuh yang suka nemenin kamu di Kompas Minggu atawa di buku Lagak Jakarta.Kali ini mereka gebrak ‘mereka sendiri’ lewat kemunculan buku barunya berjudul:Benny Mice Menggambar 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta. Terbit 11 februari 2008. Bersama Penerbit buku:Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Acaranya launcing buku plus pameran poster kartun2 karya mereka dan tentunya buku2 KPG.
Bukan cuma Benny & Mice yang mo nongol di acara itu, tapi juga bung WIMAR WITOELAR N DIAN SASTROWARDOYO juga bakal buka launching buku itu.See,..seru kan?! Old & young Generation. Oh ya, Mas Jubing Kristianto(gitaris klasik)bakal memeriahkan acara juga,..pasti lagu2 anyar yang baru dirilis ikut dimainkan dong!”The Becak Fantasy”
Jadi, kapan lagi kamu dapat tanda tangan orang super ngocol bernama Benny -Mice itu?Plus dengerin petikan gitar mas jubing and ketemu oom Wimar dan Dian sastro? Buruan datang deh. Bukunya beli ya,..dapat diskon lumayan pokoknya di acara itu,…plus..Pin2 gambar karakter lucu, norak,bikin ngakak yg dibikin kedua pasangan kartunis kompak itu!
Launchingnya Pk.15.00, kamis, 28 februari 2008.Pameran keesokan harinya mulai pukul 10.00-18.00 wib
So, kutunggu ya
Ika W Burhan.
Info lebih lanjut,..hubungi: KPG:021-5309170: Endang, Undix, Bertha
Dunia Karl May: pameran & diskusi 20-24 Februari 2008
Pukul 10.000-18.00 WIB
Menampilkan pameran, foto, dan berbagai pernik yang datang dari “Dunia Karl May”, dari tokoh-tokoh rekaannya, maupun dari kultur yang menjadi lanskap dari berbagai buku ceritanya.
Sabtu, 23 Februari 2008, pukul 13.00 WIB
Diskusi bersama Daniel Dhakidae dan Seno Gumira Ajidarma, diawali pemutaran film
doku drama “Si Pengkhayal dari Saksen”, diteruskan dengan pemutaran film tv “Kara Ben Nemsi”.
Minggu, 24 Februari, pukul 10.00 WIB
Pemutaran film kartun “Winnetoon” untuk anak-anak
Pemutaran film parodi “Sapatu Manitou” pukul 12.30
dan documenter “500 Nations” episode 7
Acara ini bekerjasama dengan Paguyuban Karl May Indonesia
Ika W BurhanBentara Budaya JakartaJl.Palmerah Selatan 17Jakarta 10270(021)5483008, ext.7910-13(021)53699181-faxwww.bentarabudaya.combbj@bentarabudaya.comkaatje@bentarabudaya.comwww.ikaatje.multiply.comdamai@loveable.com
Mengundang dengan hormat
Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri
Acara Pembukaan Pameran
JEJAK-JEJAK P.K. OJONG
Pameran Koleksi Bentara Budaya
Hari:Kamis, 14 Februari 2008
Pk.19.30 WIB
Di Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
Jakarta 10270
Pameran Untuk Umum:
15-28 Februari 2008, Pk.10.00-18.00 WIB
Bagi sebuah institusi media pers, wajib membantu para seniman dengan cara tidak hanya memberitakan pameran-pameran sang seniman, namun dengan cara membeli karyanya. Begitulah ucapan P.K. Ojong, salah satu tiang utama pendiri Harian Kompas. Ucapannya diwujudkan dengan mengoleksi lukisan-lukisan modern Indonesia, dari karya Popo Iskandar bertema bunga dalam vas, dilanjutkan dengan karya puluhan maestro pelukis Bali dan berkembang dalam jumlah ratusan lainnya. Tak sekadar lukisan, P.K. Ojong juga mengumpulkan karya-karya keramik beragam jenis. Keramik-keramik itulah, bersama benda lain yang dikumpulkan dengan tekun, rajin, sabar dan konsisten, dipamerkan dalam pameran ini. Keramik,martavan,mulai dari Dinasti Sung,Yuan, Ming dan Ching serta beberapa tempayan dari Thailand, tak ketinggalan meja kerja P.K. Ojong, akan digelar berjejer dengan lukisan-lukisan master para pelukis Bali yang dikumpulkannya sejak tahun 1970an, yang menjadi highlight koleksi Bentara Budaya. Termasuk di dalamnya lukisan-lukisan adikarya Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Ketut Kobot, Wayan Turun, Ida Bagus Made Poleng, Anak Agung Gde Maregeg, Made Deblog, dan para master lainnya.
Salam,
Ika W Burhan
Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
Jakarta 10270
(021)5483008, ext.7910-13
(021)53699181
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!